Jun 7, 2011

Indonesia Menulis : Forum Lingkar Pena

Silahkan saja disimak presentasi tentang 14 tahun perjalanan FLP yang dibuat oleh mbak @helvy berikut ini.


FLP sangat fenomenal. Hadiah Tuhan untuk Indonesia. (Taufiq Ismail)


Presentation by Helvytr

Away from Crowd #2

Kali ini kita menikmati indahnya pemandangan pulau tukung saat surut. Baru kali ini saya lihat surutnya sejauh ini.

SubhanaLLAH

04/06/2011


04/06/2011


04/06/2011


04/06/2011

Foto diambil pada hari minggu, 4 Juni 2011 kemaren.


Picture by Me

Jun 5, 2011

Ketika Jalanmu Terhambat

Boulders


Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang raja yang begitu bijak. Suatu ketika ia ingin menguji langsung siapa sebenarnya rakyat yang serius bekerja dengan mereka yang hanya suka mencemooh saja. Terbesitlah ide untuk meletakan batu besar yang cukup berat di tengah jalan yang sering dilalui oleh para pekerja di negeri itu.

Setelah meletakan batu itu, sang raja beserta para pengawal bersembunyi sambil mengintai siapa saja yang melewati jalan itu. Tampak beberapa saudagar kaya dan para pedagang yang melalui jalan itu hanya bisa mengomel dan menyalahkan sang raja yang tak becus membenahi negeri ini. Beberapa bahkan tak peduli dengan batu besar itu dan hanya berlalu begitu saja.

Selang beberapa waktu kemudian, lewatlah seorang petani yang membawa sayur mayur dan hasil bumi. Melihat batu besar yang menghalangi jalannya, ia pun meletakan barang-barangnya tersebut kemudian perlahan ia mulai menggeser batu besar tersebut.

Tampak begitu sulitnya ia menggeser memindahkan batu besar tersebut seorang diri. Setelah begitu lama ia mendorong, akhirnya batu itu pun berhasil dipinggirkannya dari jalan tersebut.

Sesaat ketika petani tersebut hendak mengambil barang-barangnya, matanya tertuju pada sebuah kantong didekat lokasi batu besar tadi. Penasaran ia pun menghampiri dan tersentak kaget, kantong itu berisi emas.

Didalam kantong tersebut, ia dapati pula sebuah catatan dari raja. Yang intinya mengucapkan selamat kepada orang yang mau berusaha dan mengahadiahkan emas tersebut kepada siapapun yang mau memindahkan batu besar tersebut. Petani tersebut mendapat pelajaran berharga yang mana kebanyakan orang tidak mampu memahaminya.

Tersimpan KESEMPATAN luar biasa dari rintangan yang menghadang

Picture by roseofredrock

Jun 2, 2011

Away from Crowd #1

Yeaaay..Liburan !!! Jalan-jalan ama teman-teman seperjuangan emang asyik bener dah. Kali ini kita pada sepakat untuk mancing dan bakar ikan bareng. Lokasi di KM 29, jalannya off road dan sangat jauh dari keramaian. Sangat cocok untuk judul postingan kali ini yang ingin saya buat berseri.

Away from Crowd


Kesibukan kita terkadang membuat kita lupa cara tersenyum (manyun mulu donk !), makanya perlu bagi kita merencanakan perjalanan, yang tentunya jauh dari pekerjaan dan kesibukan kita. Tujuannya untuk merefresh pikiran, tubuh dan jiwa.

Hal ini penting, menikmati indahnya alam dan kemudian mengucap syukur kepadaNYA tentu membawa feel yang berbeda, sebuah suasana yang tak akan mampu dideskripsikan dengan kata. Suasana alam dengan suasana kantor yang full AC saya jamin 100% berbeda, bahkan gigitan nyamuk dirumah ama gigitan nyamuk dihutan juga sangat jauh berbeda bentoel dan rasanya ^_^

Berikut ini pics yang saya ambil ketika jauh dari keramaian hari ini. Enjoy !!!


The Beautiful Breathtaking Landscapes


02/06/2011


02/06/2011


02/06/2011


02/06/2011


02/06/2011



Off Fishing !!!


02/06/2011


02/06/2011


02/06/2011


02/06/2011



Kami penuhi panggilanMU Yaa Rabb !


02/06/2011



Lanjut Masak-masak !


02/06/2011


02/06/2011


02/06/2011



Diselesaikan secara Professional :)

02/06/2011


AlhamduliLLAH, perjalanan hari ini luar biasa. Seneng banget bisa mancing bareng sahabat and got a big hit. Okay, see you on next 'away from crowd'. Have a nice weekend.

Picture by Me

Jun 1, 2011

The Story of "Jago"

02/06/2011


"Go...pangsitnya satu yah !"

Itulah yang teringat ketika tersebut nama 'Jago'. Serius saya gag tahu nama aslinya, tapi kami selalu memanggilnya 'jago'. Jago adalah seorang 'chef' pangsit yang menurut saya luar biasa. Rasa pangsitnya punya karakter (selain hobi makan pangsit saya juga menjadi pengamat dan pemerhati pangsit...wkwkkw)

Ketika saya masih duduk di bangku SMA, pangsit Jago selalu jadi menu favorit yang menemani istirahat kami. Dengan uang lima ribu rupiah, kita sudah bisa menikmati semangkuk pangsit yang memiliki karakter ini.

Dan hari ini setelah sekian lama saya bertemu kembali dengannya. Saya memesan satu mangkok pangsit dan es kelapa dengan gula jawa, Jago menghampiri saya dan kami pun mulai ngobrol. Dia menanyai kabar saya dan juga kabar teman-teman sewaktu SMA dulu.

Dia kemudian melanjutkan cerita bahwa ia baru saja sembuh dari penyakit kronis yang mengakibatkan dirinya lumpuh selama kurang lebih 8 bulan. Beberapa waktu yang lalu saya sempat mendapat kabar bahwa beliau sakit dan tidak berjualan, cuma tidak tahu kalau ternyata sakitnya separah itu.

Berawal dari selalu banyak berdiri sehingga menakibatkan engkelnya rusak, itulah yang terjadi. Pihak rumah sakit pun sudah memvonis bahwa kakinya harus di operasi. Namun ia tidak mau, dan memilih pengobatan alternatif.

Yups...Herbal !!!

Tunggu dulu, pengobatan alternatif ini ternyata hanya medium, dan yang benar-benar menyembuhkannya adalah Yang Maha Menyembuhkan. Hanya saja penyembuhannya tidak langsung dalam kejapan mata. Ada tahapan yang ia lalui untuk sembuh dan tahapan ini tidak mudah dan harus ditempuh dengan kesabaran.

Siang malam ia berdoa agar diberi kesembuhan, dan ALLAH pun menjawab doanya dan memberikan kesembuhan melalui perantara anaknya yang juga seorang dokter (sekarang sudah praktek di Rumah Sakit Umum dan ibnu Sina, cuma saya lupa tanya namanya #jiah..lanjut).

Anaknya menemukan obat herbal yang cocok untuk penyakit ayahnya di internet, Kemudian jago mulai mengkonsumsi obat herbal tersebut (saya lupa nama obatnya) selama kurang lebih 8 bulan. Dan AlhamduliLLAH, ia sembuh sekarang

Okay, anak jago seorang dokter ? serius? yups...jago sang penjual pangsit ini diam-diam memiliki anak yang sukses, Ada yang jadi dokter, akuntan, guru, dan lain-lain. Yang paling kecil sekarang sedang bersekolah di SMA Negeri di Balikpapan.

Salute for you...Jago !

Kini, ketika Ramadhan hampir tiba...alhamduliLLAH, kaki jago sudah kembali normal. Ia juga sudah kembali membuka kedai pangsitnya di kantin SMA dan di kantin Persiba. Delapan bulan dilaluinya dengan sabar dan tawakkal ternyata membawa hasil yang diluar dugaan. Memang jika ALLAH berkehendak, cukup bagiNYA mengatakan "Jadi!" maka jadilah ia.

Di kedainya yang berada di salah satu bilik kantin persiba, ia berjualan bersama istrinya. keduanya sudah menginjak usia yang tidak muda lagi. Dan kalau dipikir, anak-anaknya sudah sukses semua dan jika mau mungkin ia bisa beristirahat dirumah untuk menikmati hari tuanya.

01/06/2011



Tapi saya rasa tidak untuk jago, semangatnya untuk 'memberi' telah memberikan motivasi untuk kembali bangkit dan tetap 'memberi'. Mungkin bagi dirinya ia hanya berjualan seperti biasa, namun bagi saya, begitu menginspirasi :)

Thanks Jago, You're my favorite !


Picture by Me

May 30, 2011

Batu dan Pasir



Malam ini sebelum tidur izinkan saya berbagi kisah inspiratif kepada anda :)

Suatu hari di pagi yang cerah, ketika cahaya mentari menyusup masuk keruang kelas yang sudah dipenuhi para siswa. Suasana masih ramai dengan hiruk pikuk siswa yang terlihat ceria. Suasana menjadi tenang kemudian setelah seorang tua yang tampak bijak masuk keruang tersebut. Pria paruh baya yang mengenakan kacamata berframe cokelat dengan lensa yang cukup tebal.

Orang tua tersebut membawa beberapa barang yang cukup aneh, yaitu sebuah bejana air berukuran cukup besar. Kemudian beberapa batu besar seukuran genggaman tangan yang terlihat begitu keras dan kokoh, Ada juga sekotak kerikil kecil dan yang terakhir adalah sekotak pasir.

Para siswa kemudian mengucap salam kepada orang tua yang ternyata adalah guru mereka. Sang guru menjawab dengan tenang, sungguh wajah yang begitu bijak dan penuh pengetahuan.

Tanpa banyak berkata, sang guru lengsung mengambil bejana air tersebut dan mengisinya dengan batu yang besar tadi. Hanya beberapa saja sudah membuat bejana itu penuh. Ia kemudian bertanya kepada para siswa apakah bejana ini sudah penuh. Para siswa sepakat bahwa bejana tersebut memang penuh.

Ia pun berbalik dan mengambil sekotak kerikil untuk kemudian ia taruh ke dalam bejana. Beberapa kerikil kecil itu pun masih dapat masuk dan menempati ruang kosong di sela-sela batu besar tadi.

Kembali ia bertanya kepada siswanya apakah bejana ini sudah penuh. Dan para siswa sepakat bahwa bejana tersebut sudah penuh. Beberapa diantara tampak tertawa dan heran dengan apa yang dilakukan oleh sang guru tersebut.

Kali ini guru tersebut mengambil sekotak pasir yang sudah ia siapkan sejak awal tadi. Kemudian ia tumpahkan sekotak pasir tadi kedalam bejana. Pasir pun mengisi ruang kosong di sela batu besar dan kerikil itu.

Sang guru kemudian memandang wajah siswanya dalam-dalam. Sesaat kemudian ia berkata "saya akan jelaskan semuanya kepada kalian".

"Bejana ini adalah diri kita, melambangkan kapasitas kita sebagai manusia yang sangat penuh keterbatasan. Sedangkan batu-batu besar ini adalah hal yang sangat amat penting dalam kehidupan kita, seperti Agama, sholat, keluarga, anak-anak -apapun yang begitu penting yang jika kita kehilangannya akan menyebabkan kita terpuruk kelak di akhirat" jelasnya tenang.

"Kerikil ini adalah hal yang terkadang menjadi masalah dalam kehidupan kita seperti karir, pekerjaan, rumah, kendaraan, harta. Sedang pasir adalah hal-hal kecil yang sifatnya tak terlalu penting dalam kehidpan kita." tambahnya.

Suasana tampak hening, kemudain suaranya kembali memecah keheningan

"Jika kita menaruh pasir lebih dahulu kedalam bejana, maka tidak ada ruang untuk batu dan kerikil. Hal yang sama juga berlaku bagi kehidupan kita, ketika semua energi kita kerahkan untuk hal kecil yang mungkin tak penting dan begitu sedikit manfaatnya, maka akan sulit untuk melakukan hal-hal besar yang sangat penting bagi kehidupan kita."

Tetapkan prioritas bagi hal-hal yang sangat penting dalam kehidapan kita. Investasikan waktu yang diberikanNYA untuk mengabdi secara total kepadaNYA, mintalah ampunan kepadaNYA Yang Maha Pemurah.

Investasikan waktu untuk bermain denngan anak-anak kita, bercengkrama dengan ayah bunda kita. Berbuat baiklah kepada keduanya.

Investasikan juga waktu untuk cek kesehatan secara rutin. Yakinlah, bahwa selalu ada waktu untuk kita bekerja, membersihkan rumah atau rekreasi bersama teman sejawat.

"Bereskan batu-batu besar terlebih dahulu - hal yang begitu penting dalam kehidupan kita. Buat prioritas. Sedang sisanya adalah pasir"

Picture by shinigamitonio

WANTED !

Well enough saying, picture worth more than thousands word, isn't it?


If you come across any, be sure to contact me :)

Picture by me

Disqus for "JANNAH" We're Coming !!!

Komentar Terbaru

Powered by Disqus

Sudah dikunjungi

Ubuntu 11.10 is coming

Let's be friend