Showing posts with label KisahInspiratif. Show all posts
Showing posts with label KisahInspiratif. Show all posts

Sep 12, 2011

Mulailah dari Keteladanan

BismiLLAH.

06082011(008)


Kisah ini tentang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di pinggiran kota yang terkenal sangat tidak disiplin dan siswanya sangat bandel dan sering melawan. Para guru sudah kewalahan mengahadapi para siswa tersebut. Mulai dari siswa yang terlambat hingga yang bolos jumlahnya sudah tidak bisa ditolerir lagi.

Sampai suatu ketika kepala sekolahnya pun mengundurkan diri, karena merasa gagal membawa sekolah tersebut menjadi lebih baik.

Para dewan guru, mulai cemas. Kepala sekolah yang selama ini sudah begitu sabar memimpin mereka, memandu gerak langkah mereka secara bersama membimbing siswa tersebut, kini memutuskan untuk melangkahkan kakinya pergi dari sekolah tersebut.

Selama beberapa minggu, sekolah itu harus kehilangan sosok kepala sekolahnya. Para dewan guru tetap bertahan, karena mereka tak punya pilihan lain, inilah satu-satunya mata pencaharian mereka. Tanpa kepala sekolah, tingkah para siswa itu semakin menjadi parah.

***

Selang beberapa minggu kemudian, pertolongan itu tiba.

Seorang pria paruh baya tampak datang kesekolah itu sambil mengendarai vespa tuanya. Wajahnya penuh dengan kerutan yang memberikan gambaran berapa usianya saat itu. Ia langkahkan kakinya menuju ruang guru. Para guru manatapnya lekat-lekat, penuh tanya “siapa sebenarnya bapak ini?”.

Ia letakan tasnya disalah satu meja guru. Kemudian ia pun mulai menjelaskan siapa dirinya. Depdiknas menunjuknya untuk menggantikan kepala sekolah sebelumnya untuk memimpin sekolah ini.

Dewan guru merasa begitu lega, doa mereka terjawab. Akhirnya telah hadir seorang pemimpin yang akan membawa mereka untuk membantu mendidik siswa-siswa mereka.

Kepala sekolah baru itupun meminta kepada seluruh guru untuk segera mengumpulkan semua siswa di lapangan untuk melaksanakan upacara, karena memang kebetulan hari itu hari senin.

Para siswa yang mendengar desas-desus bahwa mereka kedatangan kepala sekolah baru, merasa penasaran dan sepakat untuk ikut upacara tersebut.

Tibalah saatnya penyampaian amanat upcara yang langsung disampaikan oleh kepala sekolah tersebut. Dengan penuh wibawa ia mengenalkan siapa dirinya kepada siswa-siswa SMK tersebut, alasan mengapa ia berada di sekolah itu, dan apa tujuan yang ingin dicapainya bersama dewan guru dan para siswa semua.

Ia sampaikan bahwa ia ingin menunjukan kepada semua bahwa sekolah ini bisa disiplin, dan ia yang akan bertanggungjawab untuk menegakan kedisiplinan disekolah ini.

Para siswa yang dari tadi menyepelekan dan ngobrol sendiri, secara serentak hening. Mereka merasa belum pernah mendengar peraturan yang barusan mereka dengar. Peraturan yang dibuat kepala sekolah itu juga membuat kaget dewan guru.

Beliau berkata “Mulai besok, yang terlambat masuk ke sekolah ini 5 menit saja maka ia harus lari keliling lapangan ini sebanyak 20 kali. Peraturan ini berlaku untuk semua warga sekolah, baik itu para siswa, para guru dan saya sendiri.”

***

Keesokan harinya, semua guru sudah hadir lebih awal. Para siswa juga banyak yang hadir lebih awal. Semuanya kini telah hadir kecuali kepala sekolah. Dewan guru mulai cemas, baru kemaren mereka mendengar amanat upacara yang begitu menggugah, hari ini mereka harus dikecewakan lagi.

Para siswa sudah banyak yang tertawa melihat waktu sudah menunjukan jam 07.20 dan kepala sekolah masih belum tampak batang hidungnya.

Banyak pula diantara mereka yang berpendapat, “yah peraturan kemaren paling hanya omong kosong”. Mereka meragukan bahwa kepala sekolah akan menjalankan apa yang ia ucapkan kemaren.

Jauh di ujung jalan menuju sekolah, tampak kepala sekolah sedang mendorong vespa tuanya. Baju dinasnya basah oleh peluh keringat. Ia tahu bahwa bensin vespanya tak akan cukup mengantarnya sampai sekolah hari ini. Namun karena dikantongnya tak ada uang sepeser pun, ia tetap nekat berangkat. Akhirnya ia harus mendorong motornya ketika mulai mogok ketika hampir tiba di sekolah.

Para siswa yang dari tadi belum masuk kelas, kembali tertegun melihat kepala sekolah mereka kini tiba dengan baju basah penuh keringat di depan lapangan upacara kemaren. Sambil menghela nafas pelan, ia parkir vespa tuanya didekat lintasan lapangan.

Dewan guru pun berhambur menuju lapangan ketika tahu kepala sekolah sudah tiba. Mereka semua bertanya-tanya “Apa yang akan dilakukan oleh kepala sekolah?”

Ketika sampai di lapangan, mereka mendapati seluruh siswa berdiri terdiam membisu. Pandangan mereka semua tertuju ke pria paruh baya yang kini kini tengah berlari mengelilingi lapangan sebanyak 20 kali. Wajah tuanya tampak kelelahan tapi ia belum berhenti sampai akhirnya kepala sekolah tersebut tak sadarkan diri pada putaran kelima belas.

Para siswa terpana, belum pernah mereka melihat sosok kepala sekolah yang begitu bertanggungjawab atas setiap ucapannya. Hari itu, tanpa ucapan sang kepala sekolah mengajari mereka tentang arti disiplin dan tanggungjawab.

Para dewan guru segera membawa kepala sekolah keruang UKS untuk di berikan pertolongan.

***

Mentari bersinar cerah, hari itu aktifitas sekolah berbeda seperti hari biasanya. Tak ada lagi siswa yang berkeliaran di luar jam pelajaran.

Tampak para siswa sedang asyik belajar bersama guru mereka di ruang kelas masing-masing.

Kepala sekolah sedang berjalan menyusuri koridor sekolah, memperhatikan kegiatan belajar mengajar di sekolah itu.

Perlahan ia telah merubah keadaan sekolah itu, ia merubahnya dengan keteladanan dan tanggungjawab.

***

Semoga kisah di atas bermanfaat, tidak hanya untuk penulis namun juga untuk pembaca semua. Silahkan komentar agar saya tahu pendapat anda tentang tulisan diatas.

Terima kasih.


Picture by Aditia A. Pratama

Jun 20, 2011

Ayah, adik boleh minta 100 ribu?

hug me!


Suatu ketika seorang ayah pulang bekerja dari kantornya dengan sangat lelahnya. Kepulangannya sudah dinantikan oleh anaknya didepan pintu rumahnya. Setelah mengucap salam, sang ayah duduk di sofa sambil perlahan melonggarkan dasi dan melepas sepatunya. Sang anak perlahan menghampiri.

"Ayah bolehkah adik bertanya sesuatu?" pintanya.

"Ya tentu, apa itu?" jawab ayah.

"Ayah bekerja dibayar berapa untuk satu jamnya yah?" tanya anaknya.

"Bukan urusanmu ! Kenapa kok nanya hal itu?" jawab ayah marah.

"Adik hanya ingin tahu yah, adik mohon yah...berapa ayah dibayar 1 jamnya?" anak tadi masih memohon agar ayah memberitahunya.

"Baik jika kau ingin tahu, ayah dibayar 200 ribu perjamnya" sahutnya.

"oh.." kepala anak itu menunduk. Kembali ia menatap wajah ayahnya kemudian berkata "Ayah, adik boleh minta 100 ribu?"

Mendengar pinta anaknya, ayah semakin marah "jadi itu alasannya mengapa kamu bertanya hal tadi!"

"Klo kamu ingin minta dibelikan mainan baru lebih baik kau pergi ke ibumu !" kemarahannya semakin memuncak.

"Ayah sudah capek bekerja berjam-jam, setiap hari, kini ketika pulang hanya diminta untuk dibelikan mainan..pergi tidur sana !" perintah ayah yang semakin marah.

Anak itu pun hanya menunduk dan diam, sesaat kemudian ia langsung pergi menuju kamarnya dan menutup pintu.

Kini sang ayah duduk sendiri di ruang tamu, dasinya masih melekat. Ia masih marah dengan permintaan anaknya tadi. Satu jam berlalu, kini ia lebih tenang. Ia merasa terlalu keras dengan anaknya tadi.

"Sangat jarang adik meminta uang, mungkin ada hal yang sangat ia butuhkan..peralatan sekolah mungkin!" gumam ayah kepada dirinya sendiri.

Ayah pun mencoba mendatangi kamar anaknya, perlahan ia membuka pintu dan bertanya "masih bangun nak?"

"Iya yah..masih!" jawab anaknya.

Perlahan ayah menghampiri tempat tidur anaknya. ia pun duduk tepat disamping anaknya yang masih membelakanginya.

"Ayah minta maaf karena marah padamu tadi...kerjaan dikantor bikin ayah stress dan mudah marah" jelas ayah.

"ini 100 ribu yang kau minta nak...hemat-hemat yah!" sambung ayah

Sang anak beranjak duduk, kemudian mencium dan memeluk ayahnya kemudian berkata "Horeee...terima kasih ayah !". Kemudian ia mengangkat bantalnya dan mengambil sebuah amplop.

Sang ayah melihat ternyata anaknya diam-diam menabung di amplop yang disimpan di bawah bantalnya.

"Kenapa masih minta uang nak? kan itu sudah banyak uangnya" gumam ayahnya.

"Karena ini masih kurang yah..tapi sekarang sudah cukup kok" jawab anaknya

"Ayah..sekarang adik sudah punya 200 ribu rupiah..bisakah adik membeli satu jam waktu ayah?" pintanya lagi.

Airmata ayah tumpah, ia pun memeluk erat anaknya dan berulang kali meminta maaf.

Investasikan waktu untuk anak-anak kita, terkadang kita begitu mudah terbawa oleh sibuknya pekerjaan sehingga melupakan mereka. Segera sebelum semuanya terlambat !

Picture by thomasloevring

Jun 15, 2011

Ayah dan Gadis Kecilnya

Father and Daughter


Suatu ketika, gadis kecil dan ayahnya sedang menyebrang sebuah jembatan. Sang ayah begitu sayang kepada gadis kecilnya, karena khawatir ia pun berkata

"sayang, tolong pegang tangan ayah...agar kau tak terjatuh nanti".

Sang gadis kecil pun menjawab "tidak ayah, ayahlah yg harus memegang tangan ade".

"loh, apa bedanya nak" tanya ayah yg tampak bingung.

"tentu berbeda yah" jawab gadis kecil itu.

"jika ade yg memegang tangan ayah, dan sesuatu terjadi, mungkin aja ade melepaskannya"

"tapi jika ayah yg memegang tangan ade, ade yakin apapun yg terjadi, ayah tak akan melepaskan tangan ade" jelas sang gadis kecil kepada ayahnya.

SubhanaLLAH, terkadang hikmah bisa kita dapatkan dari anak-anak kita.

Dan orang tua kita adalah karuniaNYA untuk kita, maka muliakanlah mereka.

Picture by Eef™

Jun 9, 2011

Jendela Rumah Sakit

Hospital window

Ada dua orang yang menderita sakit yang amat parah. Keduanya berada dalam satu kamar di rumah sakit. Orang pertama diperbolehkan duduk selama 1 jam tiap sore agar cairan infus bisa diserap masuk oleh tubuh. Tempat tidur orang pertama ini berada tepat di sebelah jendela yang merupakan satu-satunya jendela diruangan itu. Dan salah seorang lagi hanya boleh berbaring sepanjang hari.

Keduanya mengahabiskan waktu dengan saling ngobrol tentang kehidupan mereka ketika masih sehat dulu. Mereka bercerita tentang istri dan anak mereka, liburan dan pekerjaan mereka. Semua mereka bahas.

Setiap sore, ketika orang yang berada dekat jendela boleh duduk, ia selalu menghibur temannya dgn memberikan deskripsi keadaan diluar. Orang yg hanya terbaring, mulai merasa 'hidup' dengan deskripsi yang disampaikan temannya.

Dari jendela tampak taman dengan danau yg indah. anak2 bermain kapal layar. pepohonan dan bunga2, langit biru. Begitulah sang teman memberikan deskripsi. Ketika ia menjelaskan, temannya yg terbaring hanya menutup mata...membayangkan keindahan.

Suatu sore, orang itu memberikan deskripsi tentang parade yang sedang berlangsung di taman itu. Walaupun orang yang terbaring tak mampu mendengar suara parade tersebut, namun ia dapat melihatnya langsung di pikirannya.

Hari-hari pun berlalu.

Suatu pagi, Teman yang senang berbagi keindahan itu harus mendahului menghadap yang Maha Kuasa. Ia meninggal dengan damai ketika tidur. Suster pun memanggil pembantu rumah sakit untuk memindahkan jasadnya.

Tak lama setelah dipindahkan, orang yang hanya bisa terbaring itu meminta kepada suster untuk dipindahkan ke dekat jendela, ke tempat dimana temannya semula berada. Suster pun senang, ia pun membantu memindahkankannya. Setelah dirasa cukup suster pun meninggalkannya sendiri di ruangan itu.

Tampak kini ia berusaha untuk bangkit dan melihat keluar jendela. Tangannya coba meraih pinggir jendela, sementara tangan yang lain mencoba mengangkat tubuhnya. Setelah cukup lama berusaha untuk duduk, akhirnya ia pun berhasil. Ia sempat kaget dengan penglihatnnya, karena apa yang ia lihat diluar jendela hanyalah tembok beton. Tak ada taman maupun danau, bahkan pepohonan rindang sekalipun.

Ia pun kembali berbaring dan mulai berpikir. Tak lama kemudian suster pun masuk.

Ia pun coba bertanya perihal jendela yang menurut temannya yang sudah meninggal sangat ramai dan penuh keindahan. Suster menjelaskan bahwa almarhum temannya itu buta, melihat tembok itupun ia tak bisa.

Suster itu menambahkan "mungkin ia ingin memberi semangat kepadamu!"

Kini ia membalik tubuhnya, matanya berlinang air mata mengenang kembali ucapan sang teman yang kini telah tiada.

Terkadang untuk menghilangkan rasa sakit orang lain, kita bisa mulai dari diri sendiri :)

Picture by AndreJoosse

Jun 5, 2011

Ketika Jalanmu Terhambat

Boulders


Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang raja yang begitu bijak. Suatu ketika ia ingin menguji langsung siapa sebenarnya rakyat yang serius bekerja dengan mereka yang hanya suka mencemooh saja. Terbesitlah ide untuk meletakan batu besar yang cukup berat di tengah jalan yang sering dilalui oleh para pekerja di negeri itu.

Setelah meletakan batu itu, sang raja beserta para pengawal bersembunyi sambil mengintai siapa saja yang melewati jalan itu. Tampak beberapa saudagar kaya dan para pedagang yang melalui jalan itu hanya bisa mengomel dan menyalahkan sang raja yang tak becus membenahi negeri ini. Beberapa bahkan tak peduli dengan batu besar itu dan hanya berlalu begitu saja.

Selang beberapa waktu kemudian, lewatlah seorang petani yang membawa sayur mayur dan hasil bumi. Melihat batu besar yang menghalangi jalannya, ia pun meletakan barang-barangnya tersebut kemudian perlahan ia mulai menggeser batu besar tersebut.

Tampak begitu sulitnya ia menggeser memindahkan batu besar tersebut seorang diri. Setelah begitu lama ia mendorong, akhirnya batu itu pun berhasil dipinggirkannya dari jalan tersebut.

Sesaat ketika petani tersebut hendak mengambil barang-barangnya, matanya tertuju pada sebuah kantong didekat lokasi batu besar tadi. Penasaran ia pun menghampiri dan tersentak kaget, kantong itu berisi emas.

Didalam kantong tersebut, ia dapati pula sebuah catatan dari raja. Yang intinya mengucapkan selamat kepada orang yang mau berusaha dan mengahadiahkan emas tersebut kepada siapapun yang mau memindahkan batu besar tersebut. Petani tersebut mendapat pelajaran berharga yang mana kebanyakan orang tidak mampu memahaminya.

Tersimpan KESEMPATAN luar biasa dari rintangan yang menghadang

Picture by roseofredrock

Jun 1, 2011

The Story of "Jago"

02/06/2011


"Go...pangsitnya satu yah !"

Itulah yang teringat ketika tersebut nama 'Jago'. Serius saya gag tahu nama aslinya, tapi kami selalu memanggilnya 'jago'. Jago adalah seorang 'chef' pangsit yang menurut saya luar biasa. Rasa pangsitnya punya karakter (selain hobi makan pangsit saya juga menjadi pengamat dan pemerhati pangsit...wkwkkw)

Ketika saya masih duduk di bangku SMA, pangsit Jago selalu jadi menu favorit yang menemani istirahat kami. Dengan uang lima ribu rupiah, kita sudah bisa menikmati semangkuk pangsit yang memiliki karakter ini.

Dan hari ini setelah sekian lama saya bertemu kembali dengannya. Saya memesan satu mangkok pangsit dan es kelapa dengan gula jawa, Jago menghampiri saya dan kami pun mulai ngobrol. Dia menanyai kabar saya dan juga kabar teman-teman sewaktu SMA dulu.

Dia kemudian melanjutkan cerita bahwa ia baru saja sembuh dari penyakit kronis yang mengakibatkan dirinya lumpuh selama kurang lebih 8 bulan. Beberapa waktu yang lalu saya sempat mendapat kabar bahwa beliau sakit dan tidak berjualan, cuma tidak tahu kalau ternyata sakitnya separah itu.

Berawal dari selalu banyak berdiri sehingga menakibatkan engkelnya rusak, itulah yang terjadi. Pihak rumah sakit pun sudah memvonis bahwa kakinya harus di operasi. Namun ia tidak mau, dan memilih pengobatan alternatif.

Yups...Herbal !!!

Tunggu dulu, pengobatan alternatif ini ternyata hanya medium, dan yang benar-benar menyembuhkannya adalah Yang Maha Menyembuhkan. Hanya saja penyembuhannya tidak langsung dalam kejapan mata. Ada tahapan yang ia lalui untuk sembuh dan tahapan ini tidak mudah dan harus ditempuh dengan kesabaran.

Siang malam ia berdoa agar diberi kesembuhan, dan ALLAH pun menjawab doanya dan memberikan kesembuhan melalui perantara anaknya yang juga seorang dokter (sekarang sudah praktek di Rumah Sakit Umum dan ibnu Sina, cuma saya lupa tanya namanya #jiah..lanjut).

Anaknya menemukan obat herbal yang cocok untuk penyakit ayahnya di internet, Kemudian jago mulai mengkonsumsi obat herbal tersebut (saya lupa nama obatnya) selama kurang lebih 8 bulan. Dan AlhamduliLLAH, ia sembuh sekarang

Okay, anak jago seorang dokter ? serius? yups...jago sang penjual pangsit ini diam-diam memiliki anak yang sukses, Ada yang jadi dokter, akuntan, guru, dan lain-lain. Yang paling kecil sekarang sedang bersekolah di SMA Negeri di Balikpapan.

Salute for you...Jago !

Kini, ketika Ramadhan hampir tiba...alhamduliLLAH, kaki jago sudah kembali normal. Ia juga sudah kembali membuka kedai pangsitnya di kantin SMA dan di kantin Persiba. Delapan bulan dilaluinya dengan sabar dan tawakkal ternyata membawa hasil yang diluar dugaan. Memang jika ALLAH berkehendak, cukup bagiNYA mengatakan "Jadi!" maka jadilah ia.

Di kedainya yang berada di salah satu bilik kantin persiba, ia berjualan bersama istrinya. keduanya sudah menginjak usia yang tidak muda lagi. Dan kalau dipikir, anak-anaknya sudah sukses semua dan jika mau mungkin ia bisa beristirahat dirumah untuk menikmati hari tuanya.

01/06/2011



Tapi saya rasa tidak untuk jago, semangatnya untuk 'memberi' telah memberikan motivasi untuk kembali bangkit dan tetap 'memberi'. Mungkin bagi dirinya ia hanya berjualan seperti biasa, namun bagi saya, begitu menginspirasi :)

Thanks Jago, You're my favorite !


Picture by Me

May 30, 2011

Batu dan Pasir



Malam ini sebelum tidur izinkan saya berbagi kisah inspiratif kepada anda :)

Suatu hari di pagi yang cerah, ketika cahaya mentari menyusup masuk keruang kelas yang sudah dipenuhi para siswa. Suasana masih ramai dengan hiruk pikuk siswa yang terlihat ceria. Suasana menjadi tenang kemudian setelah seorang tua yang tampak bijak masuk keruang tersebut. Pria paruh baya yang mengenakan kacamata berframe cokelat dengan lensa yang cukup tebal.

Orang tua tersebut membawa beberapa barang yang cukup aneh, yaitu sebuah bejana air berukuran cukup besar. Kemudian beberapa batu besar seukuran genggaman tangan yang terlihat begitu keras dan kokoh, Ada juga sekotak kerikil kecil dan yang terakhir adalah sekotak pasir.

Para siswa kemudian mengucap salam kepada orang tua yang ternyata adalah guru mereka. Sang guru menjawab dengan tenang, sungguh wajah yang begitu bijak dan penuh pengetahuan.

Tanpa banyak berkata, sang guru lengsung mengambil bejana air tersebut dan mengisinya dengan batu yang besar tadi. Hanya beberapa saja sudah membuat bejana itu penuh. Ia kemudian bertanya kepada para siswa apakah bejana ini sudah penuh. Para siswa sepakat bahwa bejana tersebut memang penuh.

Ia pun berbalik dan mengambil sekotak kerikil untuk kemudian ia taruh ke dalam bejana. Beberapa kerikil kecil itu pun masih dapat masuk dan menempati ruang kosong di sela-sela batu besar tadi.

Kembali ia bertanya kepada siswanya apakah bejana ini sudah penuh. Dan para siswa sepakat bahwa bejana tersebut sudah penuh. Beberapa diantara tampak tertawa dan heran dengan apa yang dilakukan oleh sang guru tersebut.

Kali ini guru tersebut mengambil sekotak pasir yang sudah ia siapkan sejak awal tadi. Kemudian ia tumpahkan sekotak pasir tadi kedalam bejana. Pasir pun mengisi ruang kosong di sela batu besar dan kerikil itu.

Sang guru kemudian memandang wajah siswanya dalam-dalam. Sesaat kemudian ia berkata "saya akan jelaskan semuanya kepada kalian".

"Bejana ini adalah diri kita, melambangkan kapasitas kita sebagai manusia yang sangat penuh keterbatasan. Sedangkan batu-batu besar ini adalah hal yang sangat amat penting dalam kehidupan kita, seperti Agama, sholat, keluarga, anak-anak -apapun yang begitu penting yang jika kita kehilangannya akan menyebabkan kita terpuruk kelak di akhirat" jelasnya tenang.

"Kerikil ini adalah hal yang terkadang menjadi masalah dalam kehidupan kita seperti karir, pekerjaan, rumah, kendaraan, harta. Sedang pasir adalah hal-hal kecil yang sifatnya tak terlalu penting dalam kehidpan kita." tambahnya.

Suasana tampak hening, kemudain suaranya kembali memecah keheningan

"Jika kita menaruh pasir lebih dahulu kedalam bejana, maka tidak ada ruang untuk batu dan kerikil. Hal yang sama juga berlaku bagi kehidupan kita, ketika semua energi kita kerahkan untuk hal kecil yang mungkin tak penting dan begitu sedikit manfaatnya, maka akan sulit untuk melakukan hal-hal besar yang sangat penting bagi kehidupan kita."

Tetapkan prioritas bagi hal-hal yang sangat penting dalam kehidapan kita. Investasikan waktu yang diberikanNYA untuk mengabdi secara total kepadaNYA, mintalah ampunan kepadaNYA Yang Maha Pemurah.

Investasikan waktu untuk bermain denngan anak-anak kita, bercengkrama dengan ayah bunda kita. Berbuat baiklah kepada keduanya.

Investasikan juga waktu untuk cek kesehatan secara rutin. Yakinlah, bahwa selalu ada waktu untuk kita bekerja, membersihkan rumah atau rekreasi bersama teman sejawat.

"Bereskan batu-batu besar terlebih dahulu - hal yang begitu penting dalam kehidupan kita. Buat prioritas. Sedang sisanya adalah pasir"

Picture by shinigamitonio

Disqus for "JANNAH" We're Coming !!!

Komentar Terbaru

Powered by Disqus

Sudah dikunjungi

Ubuntu 11.10 is coming

Let's be friend